Beras adalah bahan pokok masyarakat indonesia dan seluruh manusia dimuka bumi .
Beras yang berasal dari tanaman padi menjadi bahan pangan semenjak dahulu hinga sampai saat ini oleh masyarakat indonesia, beras yang mengandung serat dan karbohidrat sekaligus gula membuat setiaap orang yang mengolahnya menjadi nasi merasakan kenyang dan memberikan energi untuk aktifitas sehari - hari .
Namun tidak ada beras jika tidak ada tanaman padi.
Kali ini kami ingin membagikan informasi kepada pembaca situs web Carane
A. Pengolahan Tanah.
Langkah pertama yakni bersihkan lahan terlebih dahulu dari rumput-rumputan ataupun semak belukar yang mengganggu menggunakan parang, setelah itu kumpulkan dan dibakar.
Sebelum proses pembajakan aliri lahan terlebih dahulu dengan air supaya dapat memudahkan saat proses pembajakan. Pada proses pengolahan ini dapat dilakukan dengan menggunakan bajak yang dibantu menggunakan tenaga kerbau atau sapi, tractor maupun cangkul.
Setelah tanah menjadi gembur, genangilah lahan kembali menggunakan air hingga ketinggian kira-kira 5 – 10 cm. Ketinggian air dapat diatur dengan cara membuka dan
menutup akses keluar masuknya air irigasi.
B. Pemilihan Bibit Unggul.
Setelah lahan dipersiapkan tahapan berikutnya dalam cara menanam padi yang benar yaitu pemilihan bibit yang unggul, supaya hasil panen tanaman padi memuaskan dan sesuai yang anda harapkan. Salah satu cara untuk mengetahui bibit padi unggul tidaknya dapat dilakukan dengan cara :
Rendamlah benih bibit tanaman padi kira-kira 100 butir ke dalam air selama sekitar 2 jam.
Kemudian letakkanlah benih yang telah anda rendam tadi diatas kain yang telah dibasahi, selanjutnya hitunglah benis yang telah muncul kecambahnya, jika benih yang berkecambah lebih 90 butir, dapat dipastikan bahwa benih tanaman padi tersebut bermutu tinggi dan layak untuk digunakan sebagai bibit budidaya tanaman padi.
C. Pesemaian.
Setelah pemilihan benih padi, tahap selanjutnya dalam cara menanam padi yang bagus yaitu tahap persemaian. Oleh karena itu ada beberapa langkah yang dapat dilakukan yaitu sebagai berikut :
Rendamlah benih tanaman padi selama kurang lebih sehari semalam. Kemudian tiriskan dan dibiarkan selama 2 hari sampai muncul kecambahnya.
Persiapkanlah lahan persemaian dengan ukuran kira-kira 500 m2 untuk ukuran 1 hektar lahan persawahan. Usahakan selalu agar kondisi lahan pesemaian becek berlumpur dan tetap berair.
Untuk setiap 1 m2 lahan pesemaian berikanlah pupuk dengan ukuran dosis 10 gr Urea ditambah 10 gr TSP.
Tanamlah bibit tanaman padi yang telah berkecambah tadi dengan cara menaburkan bibit padi secara merata pada lahan pesemaian yang telah dipersiapkan sebelumnya.
D. Tahapan Cara Menanam Padi.
Setelah proses persemaian bibit, tahap berikutnya dalam cara menanam tanaman padi yaitu tahap penananam bibit tanaman padi ke dalam lahan persawahan yang telah dipersiapkan. Langkah-langkah cara menanam padi, yakni dengan memindahkan bibit tanaman padi dari pesemaian ke lahan sawah, berikut ini adalah langkah-langkah cara menanam padi yang harus anda perhatikan yaitu :
Bibit yang akan anda tanam, harus bibit yang masih berusia muda, ciri-cirinya bibit tanaman padi yang masih berusia muda yaitu bibit baru mempunyai daun dua sampai tiga helai, dan untuk lebih baiknya serta idealnya pada saat penanaman bibit tanaman padi usianya tidak lebih dari 12 hari atau 2 minggu.
Sebelum bibit tanaman padi ditanam sebaiknya lahan digaris terlebih dahulu menggunakan alat penggaris sawah, tujuannya agar memudahkan saat penanaman serta jarak tanam tanaman padi bisa terlihat rapi dan sejajar. Alat penggaris sawah tradisional ini biasanya terbuat dari kayu dengan jarak masing-masing garisan biasanya antara 22 – 25 cm, alat ini biasanya hanya bisa digunakan saat air dalam keadaan surut. Namun jika lahan sudah terlanjur tergenangi air dapat digunakan benang nilon ataupun tambang kecil sebagai garis jarak tanamnya.
Cara menanam padi pada lubang tanam, pada satu lubang tanam dapat diberi satu bibit tanaman dan maksimal dua bibit tanaman.
Proses penanaman padi yang baik yakni lahan yang akan ditanami tanaman padi kondisinya dalam keadaan tergenangi air, untuk ukuran kedalaman penanaman bibit kurang lebih 1-15 cm, tidak usah terlalu dalam, dengan posisi bentuk akar seperti huruf (L), agar bibit tanaman padi yang ditanam dapat tumbuh dengan sempurna.
E. Penyiangan Lahan.
Penyiangan lahan yaitu proses pembersihan area persawahan dari rumput liar maupun gulma yang mengganggu tanaman padi yang lagi dalam proses pertumbuhan. Penyiangan lahan merupakan salah satu tahapan yang penting dan harus anda lakukan dalam cara menanam padi yang baik dan benar. Penyiangan ini dapat dilakukan pada saat tanaman padi sudah berumur kira-kira 3 minggu setelah masa tanam. Untuk penyiangan berikutnya dapat dilakukan setiap tiga minggu sekali. Penyiangan yang disarankan adalah dengan cara mencabut rumput liar maupun gulma dengan tangan atau dapat juga menggunakan alat bantu seperti gasrok.
F. Pemupukan.
Cara menanam padi agar dapat tumbuh dengan baik, tidak lepas dari tahapan pemupukan. Tahapan ini bertujuan supaya tanaman padi yang telah ditanam dapat tumbuh subur, sempurna dan dapat menghasilkan buah banyak. Untuk tahapan pemberian pupuk pada tanaman padi dapat dilakukan dengan cara bertahap yaitu :
Tahapan pertama pemberian pupuk pada tanaman padi dapat dilakukan pada saat umur antara tujuh sampai dengan lima belas hari setelah masa tanam. Jenis pupuk yang dapat digunakan yaitu UREA dengan dosis penggunaan 100 : 50kg/Hektar.
Tahapan kedua pemupukan dilakukan pada saat tanaman padi berusia 25 – 30 hari dari masa tanam. Jenis pupuk yang bisa digunakan adalah UREA 50 kg/ha dan Phonska 100 kg/ha.
Tahapan ketiga, pemberian pupuk ini merupakan pemupukan terakhir yang dilakukan pada saat tanaman padi telah berumur 40 – 45 hari setelah masa tanam. Jenis pupuk yang bisa digunakan yaitu pupuk UREA ditambah ZA, dengan dosis ukuran 50 : 50 kg/Ha.
G. Perlindungan Terhadap Hama.
Pada saat masa pertumbuhan tanaman padi pasti tidak lepas dari serangan berbagai macam hama. Hama yang sering menyerang pada tanaman padi diantaranya wereng, belalang, tikus, orong-orong, lembing, walang sangit dan lain-lain. Pengendalian hama tanaman padi yang paling dianjurkan adalah dilakukan dengan cara alami, yaitu dengan cara memelihara hewan pemangsa yang dapat dimanfaatkan untuk menghambat pertumbuhan hama tersebut. Misalnya ular yang dianggap berbahaya bagi manusia sebenarnya itu anggapan yang tidak benar karena ular dapat menekan perkembangan hama tikus yang menyerang tanaman pada tanaman padi anda. Pengendalian hama yang dilakukan dengan cara alami merupakan cara yang paling aman, namun jika hama penyakit belum bisa diatasi, langkah terakhir yaitu dapat menggunakan pestisida.
H. Masa Panen.
Ketika masa panen telah tiba, saat itulah waktu yang paling dinanti-nanti oleh para petani, karena mereka akan segera menikmati hasil jerih payahnya. Tanaman padi yang sehat biasanya dapat dipanen dalam usia kurang lebih 95 hari, bisa juga tergantung jenis tanaman padi yang mereka tanam. Ciri-ciri tanaman padi yang siap untuk dipanen yakni sebagai berikut :
Buah padi atau gabah telah berwarna kuning tanda bahwa padi sudah berumur tua.
Bulir padi telah padat dan berisi keras.
Buah tanaman padi telah terlihat merunduk karena terisi oleh beras.
Proses panen pada tanaman padi saat ini masih menggunakan cara manual-konvensional yang masih menggunakan tenaga manusia dengan cara memotong batang padi dengan sabit. Untuk mengurangi kerugian panen yang signifikan, maka panenlah tanaman padi tepat pada waktunya, dan langsung rontokkan bulir padi tersebut dengan cara disabit. Gunakanlah terpal ataupun tikar sebagai alas supaya hasil tanaman padi tidak menyebar sehingga akan memudahkan kita pada saat memasukkan gabah kedalam karung gabah.
Demikianlah sedikit ulasan kami tentang cara menanam padi yang baik dan benar, untuk memperoleh hasil panen yang sesuai dengan harapan. Mari kita Bersama-sama budidayakan cara menanam padi yang baik, supaya mendapatkan hasil yang melimpah agar negara kita dapat berswasembada beras tanpa import dari luar negri.
Beras yang berasal dari tanaman padi menjadi bahan pangan semenjak dahulu hinga sampai saat ini oleh masyarakat indonesia, beras yang mengandung serat dan karbohidrat sekaligus gula membuat setiaap orang yang mengolahnya menjadi nasi merasakan kenyang dan memberikan energi untuk aktifitas sehari - hari .
Namun tidak ada beras jika tidak ada tanaman padi.
Kali ini kami ingin membagikan informasi kepada pembaca situs web Carane
Bagaimana cara menanam padi hinga panen melimpah
A. Pengolahan Tanah.
Langkah pertama yakni bersihkan lahan terlebih dahulu dari rumput-rumputan ataupun semak belukar yang mengganggu menggunakan parang, setelah itu kumpulkan dan dibakar.
Sebelum proses pembajakan aliri lahan terlebih dahulu dengan air supaya dapat memudahkan saat proses pembajakan. Pada proses pengolahan ini dapat dilakukan dengan menggunakan bajak yang dibantu menggunakan tenaga kerbau atau sapi, tractor maupun cangkul.
Setelah tanah menjadi gembur, genangilah lahan kembali menggunakan air hingga ketinggian kira-kira 5 – 10 cm. Ketinggian air dapat diatur dengan cara membuka dan
menutup akses keluar masuknya air irigasi.
B. Pemilihan Bibit Unggul.
Setelah lahan dipersiapkan tahapan berikutnya dalam cara menanam padi yang benar yaitu pemilihan bibit yang unggul, supaya hasil panen tanaman padi memuaskan dan sesuai yang anda harapkan. Salah satu cara untuk mengetahui bibit padi unggul tidaknya dapat dilakukan dengan cara :
Rendamlah benih bibit tanaman padi kira-kira 100 butir ke dalam air selama sekitar 2 jam.
Kemudian letakkanlah benih yang telah anda rendam tadi diatas kain yang telah dibasahi, selanjutnya hitunglah benis yang telah muncul kecambahnya, jika benih yang berkecambah lebih 90 butir, dapat dipastikan bahwa benih tanaman padi tersebut bermutu tinggi dan layak untuk digunakan sebagai bibit budidaya tanaman padi.
C. Pesemaian.
Setelah pemilihan benih padi, tahap selanjutnya dalam cara menanam padi yang bagus yaitu tahap persemaian. Oleh karena itu ada beberapa langkah yang dapat dilakukan yaitu sebagai berikut :
Rendamlah benih tanaman padi selama kurang lebih sehari semalam. Kemudian tiriskan dan dibiarkan selama 2 hari sampai muncul kecambahnya.
Persiapkanlah lahan persemaian dengan ukuran kira-kira 500 m2 untuk ukuran 1 hektar lahan persawahan. Usahakan selalu agar kondisi lahan pesemaian becek berlumpur dan tetap berair.
Untuk setiap 1 m2 lahan pesemaian berikanlah pupuk dengan ukuran dosis 10 gr Urea ditambah 10 gr TSP.
Tanamlah bibit tanaman padi yang telah berkecambah tadi dengan cara menaburkan bibit padi secara merata pada lahan pesemaian yang telah dipersiapkan sebelumnya.
D. Tahapan Cara Menanam Padi.
Setelah proses persemaian bibit, tahap berikutnya dalam cara menanam tanaman padi yaitu tahap penananam bibit tanaman padi ke dalam lahan persawahan yang telah dipersiapkan. Langkah-langkah cara menanam padi, yakni dengan memindahkan bibit tanaman padi dari pesemaian ke lahan sawah, berikut ini adalah langkah-langkah cara menanam padi yang harus anda perhatikan yaitu :
Bibit yang akan anda tanam, harus bibit yang masih berusia muda, ciri-cirinya bibit tanaman padi yang masih berusia muda yaitu bibit baru mempunyai daun dua sampai tiga helai, dan untuk lebih baiknya serta idealnya pada saat penanaman bibit tanaman padi usianya tidak lebih dari 12 hari atau 2 minggu.
Sebelum bibit tanaman padi ditanam sebaiknya lahan digaris terlebih dahulu menggunakan alat penggaris sawah, tujuannya agar memudahkan saat penanaman serta jarak tanam tanaman padi bisa terlihat rapi dan sejajar. Alat penggaris sawah tradisional ini biasanya terbuat dari kayu dengan jarak masing-masing garisan biasanya antara 22 – 25 cm, alat ini biasanya hanya bisa digunakan saat air dalam keadaan surut. Namun jika lahan sudah terlanjur tergenangi air dapat digunakan benang nilon ataupun tambang kecil sebagai garis jarak tanamnya.
Cara menanam padi pada lubang tanam, pada satu lubang tanam dapat diberi satu bibit tanaman dan maksimal dua bibit tanaman.
Proses penanaman padi yang baik yakni lahan yang akan ditanami tanaman padi kondisinya dalam keadaan tergenangi air, untuk ukuran kedalaman penanaman bibit kurang lebih 1-15 cm, tidak usah terlalu dalam, dengan posisi bentuk akar seperti huruf (L), agar bibit tanaman padi yang ditanam dapat tumbuh dengan sempurna.
E. Penyiangan Lahan.
Penyiangan lahan yaitu proses pembersihan area persawahan dari rumput liar maupun gulma yang mengganggu tanaman padi yang lagi dalam proses pertumbuhan. Penyiangan lahan merupakan salah satu tahapan yang penting dan harus anda lakukan dalam cara menanam padi yang baik dan benar. Penyiangan ini dapat dilakukan pada saat tanaman padi sudah berumur kira-kira 3 minggu setelah masa tanam. Untuk penyiangan berikutnya dapat dilakukan setiap tiga minggu sekali. Penyiangan yang disarankan adalah dengan cara mencabut rumput liar maupun gulma dengan tangan atau dapat juga menggunakan alat bantu seperti gasrok.
F. Pemupukan.
Cara menanam padi agar dapat tumbuh dengan baik, tidak lepas dari tahapan pemupukan. Tahapan ini bertujuan supaya tanaman padi yang telah ditanam dapat tumbuh subur, sempurna dan dapat menghasilkan buah banyak. Untuk tahapan pemberian pupuk pada tanaman padi dapat dilakukan dengan cara bertahap yaitu :
Tahapan pertama pemberian pupuk pada tanaman padi dapat dilakukan pada saat umur antara tujuh sampai dengan lima belas hari setelah masa tanam. Jenis pupuk yang dapat digunakan yaitu UREA dengan dosis penggunaan 100 : 50kg/Hektar.
Tahapan kedua pemupukan dilakukan pada saat tanaman padi berusia 25 – 30 hari dari masa tanam. Jenis pupuk yang bisa digunakan adalah UREA 50 kg/ha dan Phonska 100 kg/ha.
Tahapan ketiga, pemberian pupuk ini merupakan pemupukan terakhir yang dilakukan pada saat tanaman padi telah berumur 40 – 45 hari setelah masa tanam. Jenis pupuk yang bisa digunakan yaitu pupuk UREA ditambah ZA, dengan dosis ukuran 50 : 50 kg/Ha.
G. Perlindungan Terhadap Hama.
Pada saat masa pertumbuhan tanaman padi pasti tidak lepas dari serangan berbagai macam hama. Hama yang sering menyerang pada tanaman padi diantaranya wereng, belalang, tikus, orong-orong, lembing, walang sangit dan lain-lain. Pengendalian hama tanaman padi yang paling dianjurkan adalah dilakukan dengan cara alami, yaitu dengan cara memelihara hewan pemangsa yang dapat dimanfaatkan untuk menghambat pertumbuhan hama tersebut. Misalnya ular yang dianggap berbahaya bagi manusia sebenarnya itu anggapan yang tidak benar karena ular dapat menekan perkembangan hama tikus yang menyerang tanaman pada tanaman padi anda. Pengendalian hama yang dilakukan dengan cara alami merupakan cara yang paling aman, namun jika hama penyakit belum bisa diatasi, langkah terakhir yaitu dapat menggunakan pestisida.
H. Masa Panen.
Ketika masa panen telah tiba, saat itulah waktu yang paling dinanti-nanti oleh para petani, karena mereka akan segera menikmati hasil jerih payahnya. Tanaman padi yang sehat biasanya dapat dipanen dalam usia kurang lebih 95 hari, bisa juga tergantung jenis tanaman padi yang mereka tanam. Ciri-ciri tanaman padi yang siap untuk dipanen yakni sebagai berikut :
Buah padi atau gabah telah berwarna kuning tanda bahwa padi sudah berumur tua.
Bulir padi telah padat dan berisi keras.
Buah tanaman padi telah terlihat merunduk karena terisi oleh beras.
Proses panen pada tanaman padi saat ini masih menggunakan cara manual-konvensional yang masih menggunakan tenaga manusia dengan cara memotong batang padi dengan sabit. Untuk mengurangi kerugian panen yang signifikan, maka panenlah tanaman padi tepat pada waktunya, dan langsung rontokkan bulir padi tersebut dengan cara disabit. Gunakanlah terpal ataupun tikar sebagai alas supaya hasil tanaman padi tidak menyebar sehingga akan memudahkan kita pada saat memasukkan gabah kedalam karung gabah.
Demikianlah sedikit ulasan kami tentang cara menanam padi yang baik dan benar, untuk memperoleh hasil panen yang sesuai dengan harapan. Mari kita Bersama-sama budidayakan cara menanam padi yang baik, supaya mendapatkan hasil yang melimpah agar negara kita dapat berswasembada beras tanpa import dari luar negri.

Comments
Post a Comment